Halo, guys! Di postingan kali ini aku akan berbagi sebuah pengalaman yang sangat menarik kepada kalian semua, karena aku diberi kesempatan untuk dapat melakukan wawancara dengan beberapa pustakawan dari Perpustakaan Maranatha. Sedikit bercerita, awalnya aku mengetahui Perpustakaan Universitas Kristen Maranatha ini dari Instagram mereka, yaitu library.maranatha. Kemudian, ada beberapa postingan pada feeds mereka yang menarik perhatianku. Postingan tersebut ialah mengenai sebuah kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Maranatha pada masa pandemi COVID-19, kegiatan tersebut bernama Kelas Literasi.
Karena rasa penasaranku terhadap kegiatan tersebut begitu besar, akhirnya aku mengajukan permohonan wawancara kepada Perpustakaan Maranatha. Sampai akhirnya diterima dan kemudian menentukan tanggal wawancara. Wawancara dengan pustakawan dari Perpustakaan Maranatha dilakukan pada hari Rabu, 18 November 2020. Alhamdulillah sekali, aku mendapat kesempatan emas untuk dapat berbincang-bincang seputar kegiatan Kelas Literasi dengan tiga orang pustakawan sekaligus, yaitu Bapak Wawan Darmawan, S.Sos., M.I.Kom selaku Kepala Bagian Layanan Umum dan Teknologi, Ibu Eulis Yuningsih, A.Md.Pust dan Ibu Ratna Juwita, S.IIP. selaku Staff Layanan Umum dan Teknologi.
Kelas Literasi ini merupakan sebuah kegiatan yang pada dasarnya sudah dilakukan secara tatap muka langsung pada saat sebelum pandemi COVID-19 melanda. Kemudian, setelah pandemi COVID-19 terjadi, para pustakawan berusaha untuk tetap memenuhi kebutuhan pemustaka dan agar tetap dapat memfasilitasi pemustaka, khususnya mahasiswa tingkat akhir, yang membutuhkan panduan terkait penulisan daftar isi, daftar pustaka, dsb. Dengan mempelajari hal-hal yang terjadi pada masa pandemi COVID-19 ini, Perpustakaan Maranatha mengalihkan sistem pelaksaan Kelas Literasi dengan pertemuan tatap muka langsung ke pertemuan tatap muka via webinar menggunakan aplikasi Zoom.
Pada prosesi wawancara, Bapak Wawan Darmawan mengemukakan beberapa tema yang dibahas pada Kelas Literasi. Pada periode semester genap diadakan dengan lima tema, sedangkan pada periode semester ganjil diadakan dengan enam tema. Seluruh pembahasan pada Kelas Literasi merupakan pembahasan di luar mata kuliah. Contoh tema pembahasannya adalah Cara Pembuatan Daftar Isi dan Daftar Gambar Otomatis, Bagaimana Pemanfaatan Mendeley, Bagaimana Cara Menelusur Jurnal Internasional, serta Tips Psikotest dan Wawancara. Seluruh kegiatan yang dilakukan tanpa memungut biaya sedikitpun dan peserta kegiatan ini akan diberikan e-certificate.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan Kelas Literasi yang diadakan oleh Perpustakaan Maranatha, kalian dapat menyaksikan wawancara eksklusif aku dengan ke tiga narasumber pada video di bawah ini.
Waaaah, menarik banget kan, guys? Tema yang dibahas pada Kelas Literasi memang benar-benar yang sangat dibutuhkan oleh seorang pelajar kayak kita-kita. Menurutku, Kelas Literasi ini merupakan sebuah solusi yang sangat inovatif untuk dilakukan pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Terlebih lagi, berdasarkan yang disampaikan oleh Bapak Wawan Darmawan bahwa respon mahasiswa mengenai kegiatan tersebut cukup baik karena sangat membantu kebutuhan mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, para pustakawan dari Perpustakaan Maranatha ini juga ga sungkan untuk memberikan reward kepada para peserta lho, guys! Menarik banget kaaan? Menurutku, Kelas Literasi ini dapat dijadikan contoh bagi para Perpustakaan Perguruan Tinggi lainnya agar tetap dapat menjaga eksistensi dan manfaat dari perpustakaan itu sendiri. Kalo menurut kalian gimana, guys? Comment di bawah ya!
By the way, terimakasih teman-teman yang sudah berkunjung di blog aku dan membaca tulisanku sampai habis. Semoga kalian sehat selalu ya teman-teman! 💓











